FENOMENA BURNOUT DI KALANGAN MAHASISWA

FENOMENA BURNOUT DI KALANGAN MAHASISWA

Burnout adalah jenis kelelahan yang disebabkan oleh seseorang yang terlalu berdedikasi, bekerja terlalu keras atau bekerja terlalu lama. Belakangan, sindrom ini dipelajari dilingkungan pendidikan. Hasilnya, menunjukan bahwa siswa mengalami stress yang sama dengan pekerja kantoran.

Burnout Pelajar atau Academic Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang dialami mahasiswa akibat tekanan akademik yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat menyebabkan mahasiswa kehilangan motivasi dan semangat untuk belajar atau menjalani aktivitas sehari-hari, beban tanggung jawab akademik yang berat, pencarian jati diri, ketidakpastian masa depan, masalah hubungan dengan orang lain, dan keraguan pada kemampuan diri sendiri.

Tanda-Tanda Burnout Akademik

Menurut jurnal “Burnout Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir” oleh Mariam E. B, burnout akadmik memiliki tanda-tanda sebagai berikut.

  • Kelelahan: Kamu bakal merasa energimu habis dan selalu capek.

  • Lari dari kenyataan: Ini adalah cara untuk menyangkal rasa sakit yang dialami.

  • Kebosanan dan sinisme: Hal-hal yang dulu bikin semangat sekarang berasa ngebosenin. Bahkan kamu jadi sering nunda-nunda kerjaan

  • Emosional: Biasanya kamu bisa nyelesaiin kerjaan cepet, tapi sekarang jadi gampang emosian dan kesulitan fokus.

  • Merasa tidak dihargai: Kamu merasa usaha dan kerja kerasmu nggak dihargai.

  • Curiga tanpa alasan: Kamu jadi curiga sama orang lain tanpa alasan yang jelas.

  • Depresi: Kamu merasa sedih dan tertekan terus-menerus.

  • Menyangkal kenyataan: Kamu nggak mau ngakuin keadaan dirimu yang sebenarnya, kayak pura-pura nggak ada masalah.

Tips Mengatasi Burnout

  1. Berikan waktu istirahat bagi tubuh dan pikiran

  2. Curhat ke orang terdekat

  3. Lakukan hal yang kamu sukai

  4. Buatlah sebuah daftar prioritas

  5. Kelilingi diri dengan orang-orang yang positif

  6. Aktif dalam bersosialisasi dengan orang di sekitarmu

  7. Belajar sesuai dengan kemampuan

  8. Lakukan kegiatan yang membuat kamu nyaman

Dalam sebuah ulasan yang berbeda, disampaikan bahwa terdapat setidaknya enam faktor yang dapat mempengaruhi munculnya burnout, yaitu : reward, community, workload, control, value, dan fairness.

Reward adalah pemberian apresiasi terhadap mahasiswa untuk menciptakan rasa semangat kepada mahasiswa.

Community seperti mahsiswa yang tidak memiliki relasi yang baik antar teman maupun kepada dosen sehingga menjadikan ketidaknyamanan dalam mengerjakan tugas.

Workload adalah beban tugas yang diberikan kepada mahasiswa. Beban yang diberikan mahasiswa relatif sama, namun cara untuk menangani beban tersebutlah yang berbeda.

Control seperti mahasiswa yang kesulitan dalam mengambil keputusan dikarenakan adanya peran dominan dari dosen ataupun dari sesama rekan mahasiswa.

Value merupakan nilai yang didapatkan oleh mahasiswa yang didasari pada hasil dari tugas yang diberikan.

Fairness merupakan rasa ketidakadilan yang dirasakan mahasiswa seperti tugas yang dipersulit dan semacamnya.

Kalau Kamu akhir-akhir ini merasa lebih sensitif dan mudah marah dengan pekerjaan atau studimu mungkin saja kamu sedang mengalami burnout syndrome, karena salah satu gejala perilakunya adalah dengan mengungkapkan sikap negatif dan merasa sulit untuk menahan perasaan. Hal ini pun dapat menyebabkan ledakan-ledakan emosi yang bersifat negatif dan tidak terduga.

Dengan memahami batasan-batasan diri sendiri, menerapkan work-life balance, mencari bimbingan dari orang terpercaya, dan memiliki support system yang dapat diandalkan, harapannya kita dapat menciptakan gaya hidup yang lebih sehat di tengah produktivitas kita sembari melindungi diri dari kelelahan. Ingatlah bahwa belajar dan bekerja itu penting, tapi kesejahteraan dan kesehatan diri kita juga perlu diutamakan.

Kamu stres karena tugas menumpuk? Tenang, ada solusinya! Dijejerin aja tugasnya biar nggak numpuk.

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*